Ditinjau oleh Yohan Agustian, mentor Ordal · 21 Oktober 2026
Saldo iklan habis lebih cepat dari biasanya. Pesanan masuk, dasbor iklan menunjukkan angka penjualan yang lumayan, tetapi saat kamu hitung uang yang benar-benar tersisa di akhir bulan, hasilnya nol atau malah minus. Inilah yang seller sebut iklan Shopee boncos.
Reaksi spontan biasanya dua: menaikkan budget supaya “lebih kelihatan”, atau mematikan semua iklan karena kapok. Keduanya bisa salah, karena masalahnya belum didiagnosa. Artikel ini membahas cara membaca ROAS iklan Shopee terhadap margin, tanda-tanda iklan yang boncos, urutan diagnosa yang masuk akal, dan kapan iklan perlu dijeda. Fokusnya keputusan, bukan tutorial mengatur iklan langkah demi langkah.
Apa Itu ROAS dalam Iklan Shopee?
ROAS (Return on Ad Spend) adalah perbandingan antara penjualan yang dihasilkan iklan dengan biaya iklan yang kamu keluarkan. Rumus umumnya: penjualan dari iklan ÷ biaya iklan. Contoh: biaya iklan Rp100.000 menghasilkan penjualan Rp500.000, berarti ROAS-nya 5.
Angka ini berguna, tetapi punya satu keterbatasan besar: ROAS mengukur penjualan, bukan keuntungan. Ia tidak tahu berapa modal barangmu, berapa biaya admin, atau berapa ongkos kemasanmu. Di sinilah banyak seller tertipu.
Kenapa ROAS Tinggi Belum Tentu Untung

Bayangkan dua toko dengan ROAS yang sama, yaitu 5. Toko pertama menjual produk dengan margin kotor 40%, toko kedua dengan margin kotor 15%. Hasilnya bisa sangat berbeda (semua angka di bawah adalah contoh):
| Toko A | Toko B | |
|---|---|---|
| Biaya iklan | Rp100.000 | Rp100.000 |
| Penjualan dari iklan (ROAS 5) | Rp500.000 | Rp500.000 |
| Margin kotor | 40% | 15% |
| Laba kotor dari penjualan itu | Rp200.000 | Rp75.000 |
| Setelah dikurangi biaya iklan | +Rp100.000 | −Rp25.000 |
ROAS-nya sama, tetapi Toko B rugi. Inilah konsep yang Ordal sebut ROAS impas (break-even ROAS).
ROAS impas adalah ROAS minimum agar laba kotor dari penjualan iklan cukup untuk membayar biaya iklannya. Cara memperkirakannya sederhana: ROAS impas ≈ 1 ÷ margin kotor (dalam desimal).
- Margin kotor 40% (0,40) → ROAS impas sekitar 2,5
- Margin kotor 25% (0,25) → ROAS impas sekitar 4
- Margin kotor 15% (0,15) → ROAS impas sekitar 6,7
Semakin tipis margin, semakin tinggi ROAS yang kamu butuhkan hanya untuk tidak rugi. Itulah sebabnya tidak ada satu angka “ROAS bagus” yang berlaku untuk semua toko. Margin kotor di sini adalah harga jual dikurangi modal barang dan biaya per pesanan seperti biaya admin, kemasan, dan potongan lain. Kalau kamu belum punya angkanya, hitung dulu lewat panduan cara menghitung margin penjualan.
5 Tanda Iklan Shopee Kamu Boncos
Boncos tidak selalu terlihat dari satu angka. Ini lima gejala yang paling sering, beserta artinya.
ROAS di bawah angka impas margin
Ini tanda paling langsung. Kalau margin kotor produkmu 20% (ROAS impas sekitar 5) dan iklannya berjalan di ROAS 3, setiap rupiah iklan menggerus laba. Masalahnya bukan iklannya “kurang besar”, tetapi produk dan harganya belum cocok untuk diiklankan di level biaya itu.
Klik banyak, keranjang sedikit
Iklan berhasil membawa orang masuk, tetapi mereka tidak membeli. Ini biasanya masalah halaman produk, bukan iklan: foto utama kurang jelas, judul tidak menjawab kebutuhan, harga tidak kompetitif dibanding pilihan lain, ulasan kurang meyakinkan, atau deskripsi tidak lengkap. Menambah budget hanya akan membayar lebih banyak klik yang tidak menghasilkan pesanan.
Penjualan iklan “memakan” penjualan organik
Coba bandingkan total penjualan toko sebelum dan sesudah iklan. Kalau penjualan dari iklan naik tetapi total penjualan toko hampir tidak berubah, kemungkinan iklanmu hanya mengambil pembeli yang sebenarnya akan datang secara organik. Kamu membayar untuk pesanan yang tadinya gratis.
Produk yang diiklankan margin-nya paling tipis
Seller sering mengiklankan produk termurah karena “paling gampang laku”. Padahal produk termurah sering bermargin paling tipis, sehingga ROAS impasnya paling tinggi dan paling sulit dicapai. Akibatnya, produk itu laris tetapi tidak menghasilkan laba.
Retur atau pembatalan tinggi dari pesanan iklan
Dasbor iklan mencatat penjualan saat pesanan dibuat. Kalau sebagian pesanan itu kemudian dibatalkan atau diretur, penjualan sebenarnya lebih kecil dari yang terlihat, sementara biaya iklannya sudah terpakai. Periksa apakah pesanan dari iklan punya tingkat pembatalan atau retur yang lebih tinggi dari rata-rata toko.
Cara Diagnosa Iklan Shopee Langkah demi Langkah

Urutan diagnosa ini penting. Banyak seller langsung mengutak-atik kata kunci atau budget, padahal masalahnya ada di hulu. Ikuti urutan berikut:
- Hitung margin kotor per produk. Tanpa angka ini, kamu tidak tahu ROAS impasnya. Tulis margin dan ROAS impas untuk setiap produk yang diiklankan.
- Pilih produk yang layak diiklankan. Prioritaskan produk dengan margin cukup, stok aman, dan ulasan baik. Produk dengan margin sangat tipis lebih baik dijual organik atau diperbaiki harganya dulu.
- Cek halaman produk. Pastikan foto, judul, harga, variasi, dan ulasan siap mengubah pengunjung menjadi pembeli. Kalau orang masuk dan tidak membeli, iklan hanya mempercepat kebocoran.
- Baru evaluasi kata kunci dan budget. Setelah tiga hal di atas beres, barulah pengaturan iklan seperti kata kunci, penempatan, dan budget layak dioptimasi.
Kenapa urutannya begitu? Karena setiap langkah menentukan batas maksimal langkah berikutnya. Kata kunci terbaik tidak bisa menyelamatkan halaman produk yang lemah, dan halaman produk terbaik tidak bisa menyelamatkan produk yang marginnya tidak cukup untuk membayar iklan.
Pastikan juga iklanmu tidak melanggar aturan. Iklan yang melanggar bisa ditolak atau dihentikan, dan itu membuang waktu evaluasi. Cek daftarnya di artikel iklan Shopee yang dilarang.
Contoh diagnosa singkat (ilustrasi)
Bayangkan (contoh) sebuah toko mengiklankan tiga produk. Produk pertama punya margin kotor 35%, sehingga ROAS impasnya sekitar 2,9, dan iklannya berjalan di ROAS 4. Produk ini aman dan layak dipertahankan. Produk kedua punya margin kotor 12%, ROAS impas sekitar 8,3, dan iklannya berjalan di ROAS 5. Laku, tetapi setiap pesanan dari iklan merugi. Produk ketiga punya margin cukup, tetapi kliknya banyak dan pesanannya sangat sedikit.
Keputusannya berbeda untuk tiap produk. Produk pertama boleh diberi budget lebih, sambil dipantau. Produk kedua sebaiknya dijeda dari iklan sampai harga atau bundling-nya diperbaiki, karena pengaturan kata kunci tidak akan menutup selisih margin. Produk ketiga perlu perbaikan halaman produk dulu, karena masalahnya ada pada konversi, bukan iklan. Satu toko, tiga diagnosa, tiga tindakan. Inilah kenapa “naikkan budget” atau “matikan semua iklan” jarang menjadi jawaban yang tepat.
Kapan Iklan Shopee Perlu Dijeda atau Dimatikan?
Keputusan menjeda iklan sebaiknya berbasis angka dan tren, bukan perasaan setelah melihat saldo berkurang. Beberapa kriteria yang bisa kamu pakai:
- ROAS konsisten di bawah ROAS impas selama periode evaluasi yang cukup (misalnya dua minggu), padahal halaman produk sudah diperbaiki.
- Klik terus naik, pesanan tidak bergerak, dan perbaikan halaman produk belum dilakukan. Jeda dulu, perbaiki halaman, baru jalankan lagi.
- Stok menipis. Mengiklankan produk yang hampir habis berisiko menimbulkan pembatalan, dan itu merusak performa toko.
- Total penjualan toko tidak bertambah meskipun penjualan iklan naik, tanda iklan hanya memindahkan pembeli organik.
Menjeda bukan berarti menyerah. Jeda memberi waktu untuk memperbaiki penyebabnya. Kalau penjualan toko secara keseluruhan sedang menurun, bukan hanya iklannya yang bermasalah, cek juga kemungkinan penyebab lain di artikel omset Shopee turun.
Strategi Iklan Shopee yang Lebih Aman untuk Toko Margin Tipis
Kalau tokomu bermain di margin tipis, strategi iklan yang aman dimulai dari luar dasbor iklan.
Naikkan margin dulu. Dengan margin lebih tebal, ROAS impasmu turun dan iklan punya ruang untuk untung. Caranya bisa lewat bundling yang menaikkan nilai per pesanan, penyesuaian harga yang wajar, atau negosiasi modal barang. Kerangka berpikirnya ada di cara menentukan harga jual produk.
Fokus ke produk pemenang. Daripada mengiklankan semua produk sedikit-sedikit, pilih satu sampai tiga produk yang marginnya cukup dan konversinya terbukti. Budget yang terfokus lebih mudah dievaluasi.
Uji kecil, evaluasi mingguan. Mulai dengan budget yang sanggup kamu “anggap biaya belajar”. Evaluasi seminggu sekali dengan pertanyaan yang sama: ROAS terhadap impas, pesanan selesai terhadap pesanan dibuat, dan total penjualan toko. Ubah satu hal setiap kali agar kamu tahu apa yang berpengaruh.
Jangan lupakan organik. Iklan sebaiknya mempercepat toko yang sudah sehat, bukan menggantikan fondasinya. Untuk menguatkan sisi organik, baca 8 cara meningkatkan penjualan di Shopee tanpa iklan.
FAQ Iklan Shopee Boncos
Berapa ROAS iklan Shopee yang bagus?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua toko. ROAS yang bagus adalah ROAS di atas angka impas produkmu, yaitu sekitar 1 ÷ margin kotor. Produk dengan margin 25% butuh ROAS di atas sekitar 4 agar tidak rugi.
Kenapa iklan Shopee boncos?
Penyebab paling umum: margin produk terlalu tipis untuk biaya iklan, halaman produk tidak mengubah klik menjadi pesanan, iklan hanya mengambil pembeli organik, atau banyak pesanan iklan yang dibatalkan dan diretur.
Kapan iklan Shopee harus dimatikan?
Saat ROAS konsisten di bawah angka impas selama periode evaluasi yang cukup setelah halaman produk diperbaiki, saat stok menipis, atau saat total penjualan toko tidak bertambah meskipun penjualan iklan naik.
Apakah iklan Shopee bisa merugikan toko?
Bisa, kalau biaya iklan lebih besar dari laba kotor yang dihasilkan. Itulah sebabnya ROAS perlu selalu dibaca bersama margin, bukan sendirian.
Lebih baik naikkan budget atau perbaiki produk dulu?
Perbaiki dulu. Menaikkan budget pada produk bermargin tipis atau halaman produk yang lemah hanya memperbesar kerugian. Setelah margin dan halaman produk siap, menaikkan budget jadi keputusan yang lebih aman.
Kesimpulan
Iklan Shopee boncos jarang disebabkan oleh pengaturan iklan saja. Biasanya akarnya ada di margin yang terlalu tipis, produk yang kurang tepat untuk diiklankan, atau halaman produk yang belum siap. ROAS baru bermakna kalau dibandingkan dengan ROAS impas, yaitu sekitar 1 ÷ margin kotor.
Urutan diagnosanya: margin per produk, pilih produk, cek halaman produk, baru kata kunci dan budget. Dengan urutan ini, setiap rupiah iklan punya peluang lebih besar menjadi laba, bukan sekadar angka penjualan di dasbor.
Jadwalkan sesi diagnosa
Iklan, margin, dan produk tokomu bisa dibedah bersama mentor Ordal untuk menemukan kenapa iklan belum menghasilkan laba.