Cara menghitung margin penjualan wajib diketahui oleh setiap seller, termasuk penjual di marketplace. Sebab, margin yang ideal membuat bisnis Anda lebih sehat.
Dalam menjalankan bisnis, salah satu hal yang wajib diperhatikan ialah margin penjualan.
Margin menjadi indikator penting untuk melihat apakah produk yang Anda jual benar-benar memberikan keuntungan atau justru sebaliknya.
Lebih dari itu, margin juga bisa dijadikan tolok ukur kesehatan bisnis.
Bila margin terlalu tipis, berarti strategi harga dan biaya operasional perlu dievaluasi kembali.
Bahkan tak jarang, margin yang terlalu tipis membuat bisnis kesulitan sampai bangkrut.
Sebaliknya, margin yang stabil menunjukkan bisnis berada di jalur yang sehat.
Maka dari itu, memahami cara menghitung margin penjualan menjadi keterampilan dasar yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pelaku usaha.
Artikel berikut akan membahas secara lengkap bagaimana cara menghitung margin penjualan dengan benar, sehingga Anda bisa mengelola bisnis lebih efektif dan mengoptimalkan keuntungan.
Catat baik-baik!
Cara Menghitung Margin Penjualan
Ingin dibantu menentukan margin atau harga jual yang tepat?
Minta pendampingan langsung dari Ordal dan dapatkan strategi yang lebih efektif untuk membuat toko Anda sehat dan kompetitif di marketplace!
1. Apa Itu Margin Keuntungan?
Simpelnya, margin keuntungan adalah selisih antara harga jual produk dengan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya.
Dalam kata lain, margin menunjukkan seberapa besar keuntungan yang Anda dapatkan dari setiap penjualan.
2. Rumus Margin Keuntungan
Secara umum, rumus margin keuntungan adalah:
Margin = Harga Jual – HPP
Contohnya:
- Harga Jual: Rp200.000
- Harga Pokok Produksi (HPP): Rp100.000
Perhitungan:
- Margin = Harga Jual – HPP
- Margin = Rp200.000 – Rp100.000
- Margin = Rp100.000
Artinya, setiap penjualan produk memberikan keuntungan sebesar Rp100.000.
3. Cara Hitung Persentase Keuntungan
Setelah mengetahui margin dalam bentuk nominal, langkah selanjutnya ialah menghitung persentase keuntungan.
Perhitungan ini penting karena membantu Anda melihat seberapa besar keuntungan dibandingkan dengan harga jual.
Rumus yang digunakan cukup sederhana:
Persentase Keuntungan = (Margin ÷ Harga Jual) × 100
Contohnya:
Contoh 1
Harga Jual: Rp200.000
HPP: Rp100.000
Margin = Rp200.000 – Rp100.000 = Rp100.000
Persentase Keuntungan = (100.000 ÷ 200.000) × 100 = 50
Artinya, keuntungan produk tersebut adalah 50% dari harga jual.
4. Apa Itu HPP (Harga Pokok Produksi)?
Dalam rumus di atas ada yang namanya HPP.
Nah, HPP atau Harga Pokok Produksi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk hingga siap dijual.
Nilai HPP mencakup seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan proses produksi, misalnya:
- Biaya bahan baku: seperti kain untuk pakaian, tepung untuk roti, atau bahan mentah lainnya.
- Biaya tenaga kerja langsung: upah pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi.
- Biaya overhead produksi: listrik, air, sewa tempat produksi, hingga penyusutan mesin.
Dengan mengetahui HPP, Anda bisa menentukan harga jual yang tepat agar bisnis tetap untung.
Bila harga jual terlalu dekat dengan HPP, margin keuntungan akan tipis.
Sebaliknya, jika selisih antara harga jual dan HPP besar, artinya margin keuntungan juga besar.
Manfaat Memiliki Margin Keuntungan yang Sehat di Marketplace
Ingin margin sehat di marketplace? Konsultasi bareng Ordal
Memiliki margin keuntungan yang sehat bukan hanya soal angka di laporan keuangan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keberlangsungan bisnis Anda di marketplace.
Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan:
1. Bisnis Lebih Tahan dari Persaingan Harga
Marketplace penuh dengan kompetitor yang menawarkan harga beragam.
Margin yang sehat akan ciptakan ruang untuk memberikan diskon atau mengikuti campaign tanpa takut merugi.
2. Memudahkan Investasi dalam Promosi
Margin yang cukup besar memberi keleluasaan untuk mengalokasikan dana pada iklan, voucher, atau promo berbayar.
Strategi ini penting agar produk Anda lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.
3. Membuat Arus Kas Bisnis Lebih Stabil
Keuntungan yang jelas dari setiap penjualan membantu menjaga arus kas tetap sehat.
Dengan begitu, Anda bisa mengelola stok, membayar supplier, hingga menggaji karyawan dengan lancar.
4. Memberi Ruang untuk Inovasi Produk
Ketika margin stabil, Anda memiliki modal lebih untuk mengembangkan produk baru atau meningkatkan kualitas produk yang ada, sehingga bisnis bisa terus bertumbuh.
5. Menunjukkan Bisnis yang Sehat
Margin yang baik adalah indikator bahwa bisnis Anda berjalan efisien dan menguntungkan.
Hal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor, partner, atau tim internal.
Butuh Pendampingan Menghitung Margin Penjualan? Ordal Siap Membantu
Jika Anda masih bingung dengan cara menghitung margin penjualan, jangan khawatir.
Anda bisa meminta pendampingan langsung dari Ordal.
Bukan hanya sekadar membantu menghitung margin, Ordal juga memberikan pendampingan menyeluruh agar toko Anda lebih sehat dan kompetitif di marketplace.
Mulai dari strategi harga, optimasi produk, hingga cara menjaga profit tetap stabil.
Kelebihan Ordal ada pada tim yang berpengalaman dan memiliki “bocoran” informasi A1 dari marketplace.
Artinya, strategi yang diterapkan bukan sekadar teori, tetapi berdasarkan data dan insight aktual yang membuat hasilnya lebih efektif.
Dengan dukungan Ordal, Anda tidak hanya tahu berapa margin penjualan, tapi juga bisa mengembangkan bisnis dengan lebih percaya diri.
Kesimpulan
Menghitung margin penjualan penting untuk memastikan bisnis tetap untung dan sehat.
Dengan memahami HPP, margin nominal, dan persentasenya, Anda bisa menilai efektivitas strategi harga.
Margin yang sehat membuat bisnis lebih tahan persaingan, stabil secara finansial, dan siap berkembang. Jika butuh pendampingan, Ordal siap membantu dengan strategi efektif berbasis insight marketplace.
***Foto: freepik.com