Ingin tahu contoh perhitungan omset yang benar, khususnya toko di marketplace? Berikut simulasinya yang bisa Anda tiru!
Bagi seorang pebisnis, omzet jadi aspek yang krusial dalam menjalankan usaha.
Sebab secara umum, omzet adalah total uang yang diterima dari bisnis yang dijalani dalam periode tertentu.
Angka ini sering dijadikan gambaran awal untuk melihat seberapa besar skala penjualan yang terjadi.
Meski begitu, omzet tidak bisa disamakan dengan keuntungan.
Omzet belum dikurangi berbagai biaya lain, seperti modal bahan baku, biaya produksi, gaji karyawan, biaya operasional, hingga potongan admin marketplace.
Karena itu, omzet perlu dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan salah persepsi terhadap kondisi bisnis.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari contoh perhitungan omset secara sederhana dan aplikatif.
Perhitungan berikut dapat dijadikan patokan awal untuk memantau performa usaha.
Dengan memahami cara menghitung omzet, bisnis Anda diharapkan bisa dikelola dengan lebih terarah. Simak penjelasannya sampai akhir.
Rumus Dasar Perhitungan Omset
Sebelum masuk ke contoh perhitungan omset, pahami terlebih dahulu rumus dasarnya berikut ini:
Omset = Harga jual per unit × Jumlah unit yang terjual
Rumus tersebut berlaku untuk berbagai jenis usaha, baik bisnis produk fisik, jasa yang berada di marketplace.
Dari rumus itu, omzet bisa dihitung dalam beberapa periode, antara lain:
- Omzet harian
- Omzet mingguan
- Omzet bulanan
- Omzet tahunan
Selanjutnya, mari bahas contoh perhitungan omset berdasarkan masing-masing periode agar lebih mudah dipahami.
Contoh Perhitungan Omset
1. Perhitungan Omzet Harian
Misalnya Anda memiliki usaha minuman kopi. Harga satu gelas kopi adalah Rp20.000. Dalam satu hari, Anda berhasil menjual 45 gelas.
Perhitungannya:
Rp20.000 × 45 = Rp900.000
Artinya, omzet harian yang diperoleh adalah Rp900.000. Angka ini menunjukkan total pemasukan kotor sebelum dikurangi biaya apa pun.
2. Perhitungan Omzet Mingguan
Jika omzet harian rata-rata berada di angka Rp900.000 dan toko buka selama 7 hari, maka perhitungan omzet mingguan adalah:
Rp900.000 × 7 = Rp6.300.000
Dari data ini, Anda bisa melihat performa penjualan selama satu minggu penuh dan membandingkannya dengan minggu sebelumnya.
3. Perhitungan Omset Bulanan
Untuk menghitung omzet bulanan, Anda dapat mengalikan omzet harian dengan jumlah hari operasional dalam satu bulan. Misalnya toko buka 30 hari.
Rp900.000 × 30 = Rp27.000.000
Hasil tersebut menunjukkan omzet bulanan sebesar Rp27.000.000. Angka ini sering dipakai sebagai acuan awal untuk mengevaluasi target penjualan.
4. Perhitungan Omset Tahunan
Sementara omzet tahunan bisa dihitung dari omzet bulanan yang konsisten. Jika omzet bulanan berada di angka Rp27.000.000, maka:
Rp27.000.000 × 12 = Rp324.000.000
Nilai itu mencerminkan total omzet selama satu tahun penuh, dengan asumsi penjualan stabil setiap bulan.
Penutup
Melalui contoh perhitungan omset di atas, Anda dapat melihat bahwa menghitung omzet sebenarnya cukup sederhana.
Meski belum menggambarkan laba bersih, omzet tetap berperan sebagai indikator awal untuk membaca arah perkembangan bisnis.
Dengan perhitungan yang rapi dan konsisten, Anda bisa membuat keputusan usaha berdasarkan data yang jelas, bukan sekadar perkiraan.
Semoga bermanfaat!